Senin, 26 Desember 2016

Resume Makalah Mengembangkan Strategi dan Rencana Pemasaran

Proses penghantaran nilai melibatkan pemilihan (atau pengidentifikasian), penyediaan (atau pengantaran), dan pengkomunikasian nilai yang unggul. Rantai nilai adalah sarana untuk mengidentifikasi aktivitas kunci yang menciptakan nilai dan biaya untuk bisnis yang spesifik.
Perusahaan yang kuat mengembangkan kapabilitas yang unggul dalam mengatur proses bisnis inti seperti realisasi produk baru, manajemen persediaan, akuisisi serta retensi pelanggan. Mengatur proses inti ini secara efektif berarti menciptakan jaringan pemsaran di mana pekerjaan bekerja secara dekat dengan semua pihak dalam rantai produksi dan distribusi, dari pemasok bahan baku hingga ke distribusi eceran. Perusahaan tidak lagi bersaing, jaringan perusahaan yang melakukannya.
Menurut satu pandangan, pemasaran holistik memaksimalkan ekplorasi nilai dengan memahami hubungan antara ruang kognitif pelanggan, ruang kompetensi perusahaan, dan sumber daya kolaborator. Memaksimalkan penciptaan nilai dengan mengidentifikasi manfaat baru pelanggan dari ruang kognitif pelanggan, mengutilisasi kompetensi inti dari wilayah bisnisnya, serta memilih dan mengatur rekan bisnis dari jaringan kolaboratifnya. Memaksimalkan penghantaran nilai dengan menjadi ahli dalam manajemen hubungan pelanggan, manajemen sumberdaya internal dan manajemen kemitraan bisnis.
Perencanaan strategis berorientasi pasar adalah proses manajerial dalam mengembangkan serta mempertahankan hubungan yang baik antara tujuan, kemampuan dan sumber daya organisasi serta peluang dari perubahan pasar. Tujuan dari perencanaan strategis adalah membentuk bisnis dan produk perusahaan sehingga dapat mencapai sasaran keuntungan dan pertumbuhan. Perencanaan strategis diperlukan pada empat tingkatan: korporasi, divisi, unit bisnis, dan produk.
Strategi korporasi mendirikan kerangka dari dalam di mana divisi dan unit bisnis menyiapkan rencana strategis mereka. Penetapan strategi korporasi membutuhkan empat aktivitas: mendefinisikan misi korporat, mendirikan unit bisnis strategis (SBU), menetapkan sumber daya pada masing-masing SBU berdasarkan daya tarik pasar dan kekuatan bisnisnya, serta merencanakan bisnis baru dan memperkecil ukuran bisnis lama.
Satu SBU ( Strategic Business Unit) mempunyai tiga karakteristik :
1.    SBU adalah satu bisnis tunggal ataukumpulan bisnis yang berhubungan, yang dapat direncanakan secara terpisah dari bagian perusahaan lainnya.
2.    SBU mempunyai kelompok pesaingnya sendiri.
3.    SBU mempunyai manajer yang bertanggung jawab atas perencanaan strategis dan kinerja laba, yang mengendalikan sebagian besar faktor yang mempengaruhi laba.
Perencanaan strategi bagai bisnis individu membutuhkan aktivitas berikut: mendefinisikan misi bisnis, menganalisis kesempatan dan ancaman eksternal, menganalisis kekuatan dan kelemahan internal, menformulasikan tujuan, menformulasikan strategi, menformulasikan program dukungan, mengimplementasikan program, dan mengumpulkan umpan balik dan menjalankan pengawasan.
Keseluruhan evaluasi tentang kekuatan , kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan disebut analisis SWOT. Analisis SWOT ( strengths- weakness- opportunities- threats ) merupakan cara untuk mengamati lingkungan pemasaran eksternal dan internal.
Formulasi tujuan adalah mengembangkan tujuan khusus untuk suatu periode perencanaan. Sebagian unit bisnis mengejar bauran sasaran, termasuk profitabilitas, pertumbuhan penjualan, peningkatan pangsa pasar, kandungan risiki, inovasi, dan reputasi. Unit bisnis menetapkan sasaran ini dan kemudian mengelolanya berdasarkan sasaran tersebut (management by objectives-MBO). Agar MBO ini berhasil, tujuan harus memenuhi 4 kriteria : Tujuan harus diatur berurutan, mulai dari yang paling penting sampai yang paling tidak penting, Tujuan harus bersifat kuantitatif, Tujuan harus realistis, Tujuan harus konsisten.

ALIANSI STRATEGIS
Dibagi menjadi 4 :
1.    Aliansi produk atau jasa : sebuaha perusahaan melisensikan perusahaan lainnya untuk memproduksi produknya, atau dua perusahaan bekerjasama memasarkan produk pendamping atau produk baru
2.    Aliansi Promosional : sebuah perusahaan sepkat untuk menjalankan  promosi bagi produk atau jasa perusahaan lain
3.    Aliansi Logistik : sebuah perusahaan menawarkan layanan  logistic untuk produk perusahaan lain
4.    Kolaborasi penetapan harga : satu atau lebih perusahaan bergabung dalam kolaborasi penetapan harga khusus.


Masing-masing tingkat produk dalam unit bisnis harus mengembangkan rencana pemasaran untuk mencapai tujuannya. Rencana Pemasaran (marketing plan) adalah dokumen tertulis yang meringkas apa yang telah dipelajari pemasar tentang pasar dan mengindikasikan bagaimana perusahaan berencana menjangkau tujuan pemasarannya.

Baca Juga : Mengembangkan Strategi dan Rencana Pemasaran (I/III)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar