Sabtu, 10 Desember 2016

Makalah Aplikasi Sistem Teknologi Informasi di Level-Level Organisasi (2/3)

Sistem Penunjang Keputusan 
1.      Pengertian Sistem Penunjang Keputusan
Suatu sistem penunjang keputusan (SPK) atau decision support systems (DSS) didefinisikan sebagai suatu sistem informasi untuk membantu manajer level menengah menengah untuk proses pengambilan keputusan setengah tersruktur (semi structured) supaya lebih efektif dengan menggunakan model-model analitis dan data yang tersedia. 
2.      Tujuan Sistem Penunjang Keputusan 
Tujuan dari SPK (sistem penunjang keputusan) adalah sebagai berikut ini: 
Membantu manajer mengambil keputusan setengah terstruktur yang dihadapi oleh manajer level menengah.
Membantu atau mendukung manajemen mengambil keputusan bukan menggantikannya.
Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajemen bukan untuk meningkatkan efisiensi. Walaupun waktu manajer penting (efisien), tetapi efektivitas merupakan tujuan utama penggunaan SPK. 
3.      Komponen Sistem Penunjang Keputusan 
Sistem Penunjang Keputusan mempunyai 5 komponen utama yaitu:
·         Dialog manajemen (komponen input dan output) yaitu komponen untuk berdialog dengan pemakai sistem. 
·         Model management (komponen model) yaitu komponen yang merubah data menjadi informasi yang relevan.
·         Data management (komponen basis data) yaitu komponen basis data yang terdiri dari semua basis data yang dapat diakses. 
·         Komponen teknologi yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak.
·         Komponen kontrol.

4.      Perbedaan SPK dengan Sistem Pakar dan SIM
























5.      Tipe dari Sistem Penunjang Keputusan
Sekarang SPK (sistem penunjang keputusan) dibedakan kedalam dua tipeyaitu SPK berbasis pada model (model driven DSS) dan SPK berbasis pada data (data driven DSS). SPK yang lama dibangun pada tahun 1980-an hanya berbasis pada model (model driven DSS) dengan menggunakan data secukupnya. SPK sekarang selain berbasis pada model tetapi juga mengandalkan basis data yang besar, misalnya mengandalkan data warehouse. 
Steven L.Alter (1976) memberikan konsep tentang SPK berbasis model sebagai berikut: 
Dari gambar ini, Alter menunjukkan bahwa terdapat bermacam-macam SPK tergantung dari tingkat kerumitan model yang digunakannya. Tiga SPK yang pertama adalah yang paling mudah. SPK paling sederhana adalah yang menggunakan model paling sederhana, yaitu hanya mengambil elemen informasi tertentu dari sebuah file. Tiga SPK terakhir merupakan SPK yang rumit berbasis pada model-model yang canggih. Beberapa ahli berargumentasi bahwa tiga SPK terakhir inilah yang benar-benar disebut dengan SPK karena berbasis pada model yang rumit. 
Tipe kedua dari SPK adalah data driven DSS. Berbeda dengan model driven DSS yang mengandalkan model tetapi dengan data secukupnya, data driven DSS lebih mengandalkan data yang besar. SPK ini akan menginjinkan pemakai sistem untuk mengambil informasi dari data yang jumlahnya sangat besar. On – line analytical processing (OLAP) dan datamining dapat digunakan untuk menganalisis data yang besar ini. On-line analytical processing (OLAP) merupakan sistem informasi fungsional yang sudah ada yang mempunyai basis data yang lengkap ditambah dengan kemampuan mengambil data dan menganalisisnya secara on-line. Datamining adalah teknik yang digunakan untuk menemukan pola dan hubungan antara item-item data di data warehouse. Data warehouse adalah salinan dari data dalam bentuk basis data yang terintegrasi, sedang datamart adalah salinan dari sebagian porsi basis data yang terintegrasi.  
6.      Sistem Penunjang Keputusan  Berbasis Web 
Sistem penunjang keputusan berbasis web sebenarnya adalah SPK biasa hanya dapat di akses lewat internet. Berguna bagi manajemen karena dapat diakses dari luar organisasi sewaktu manajer tidak berada di kantor. SPK ini juga berguna bagipelanggan karena memberikan informasi yang benar kepada pelanggan sebelum memutuskan untuk membeli produk. 
7.      Sistem Penunjang Keputusan Grup (SPKG)
Sistem penunjang keputusan grup (SPKG) atau group decision support system (GDSS) adalah SPK yang digunakan oleh beberapa pengambil keputusan bersama-sama secara grup. Agar lebih efektif, SPKG harus mempunyai karakteristik khusus, yaitu:
1) Fasilitas Fisik
Fasilitas fisik khususnya ruang konfrensi yang dilengkapi dengan jaringan perangkat keras komputer, multimedia, dan display yang dirancang sedemikian rupa untuk mendukung kolaborasi grup
2) Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang digunakan juga harus dirancang khusus yang memungkinkan tiap tiap peserta berpartisipasi dan berkolaborasi untuk mendapatkan keputusan bersama.
3) Teknik Pengambilan Keputusannya
Teknik pengambilan keputusan dapat berupa teknik brainstorming dan teknik grup nominal.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar